Penerapan ISO 9001 dan ISO 37001 kini menjadi strategi penting bagi banyak perusahaan yang ingin memastikan kelancaran dalam proses verifikasi Sertifikat Badan Usaha (SBU). Dua standar ini internasional ini bukan sekedar formalitas, melainkan fondasi yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap mutu dan integritas. Dalam konteks verifikasi SBU, auditor dan lembaga sertifikasi semakin menekankan pentingnya sistem manajemen yang terdokumentasi dengan baik serta budaya kerja yang transparan dan bebas dari praktik kecurangan.
ISO 9001 membantu memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai prosedur, sementara ISO 37001 memperkuat upaya pencegahan suap dan korupsi di setiap lini bisnis. Kombinasi keduanya membentuk reputasi perusahaan yang kredibel, memudahkan pembuktian kepatuhan terhadap regulasi, dan mempercepat proses proses administrasi saat pengajuan atau perpanjangan SBU. Dengan kata lain, penerapan standar ini bukan hanya memenuhi syarat, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang.
Mengapa Banyak Perusahaan Gagal dalam Tahap Verifikasi?
Banyak perusahaan gagal dalam tahap verifikasi SBU karena lemahnya penerapan sistem manajemen dan kurangnya kesiapan administrasi yang terstruktur. Beberapa perusahaan masih menganggap proses verifikasi sebagai formalitas, tanpa memahami bahwa lembaga verifikasi menilai lebih dari sekadar kelengkapan dokumen. Ketidaksesuaian antara data di sistem OSS, dokumen legal, dan bukti kompetensi sering menjadi penyebab utama penolakan. Selain itu, minimnya penerapan standar seperti ISO 9001 dan ISO 37001 membuat perusahaan sulit membuktikan konsistensi mutu dan integritas dalam operasionalnya.
Kurangnya bukti implementasi sistem mutu, ketidakteraturan prosedur internal, serta tidak adanya kontrol terhadap risiko penyimpangan administratif juga memperburuk posisi perusahaan. Akibatnya, meskipun memiliki pengalaman dan tenaga ahli, perusahaan tetap terhambat karena tidak dapat menunjukkan kepatuhan dan transparansi yang menjadi dasar utama keberhasilan proses verifikasi SBU.
Peran ISO 9001 dan ISO 37001 dalam Membantu Perusahaan Lolos Verifikasi SBU
ISO 9001 dan ISO 37001 memiliki peran strategis dalam membantu perusahaan lolos proses verifikasi SBU karena keduanya memperkuat aspek manajemen mutu dan integritas organisasi. Berikut perannya secara lebih spesifik:
- Menjamin Konsistensi Proses dan Kualitas (ISO 9001)
ISO 9001 membantu perusahaan memiliki sistem manajemen mutu yang terdokumentasi dan terstandar. Hal ini memudahkan perusahaan menunjukkan bukti nyata bahwa setiap proses operasional telah berjalan sesuai prosedur dan memenuhi ketentuan yang diminta dalam verifikasi SBU. - Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi (ISO 9001)
Standar ini membantu perusahaan memetakan risiko ketidaksesuaian dan memastikan seluruh dokumen legal, data proyek, serta kompetensi tenaga kerja tersusun rapi dan sesuai regulasi OSS dan LPJK. - Mencegah Praktik Suap dan Kecurangan (ISO 37001)
ISO 37001 berperan dalam memastikan integritas perusahaan dengan menerapkan sistem pencegahan suap. Ini meningkatkan kepercayaan lembaga verifikasi terhadap komitmen perusahaan terhadap transparansi dan etika bisnis. - Meningkatkan Kredibilitas dan Reputasi Perusahaan (ISO 9001 & ISO 37001)
Kombinasi kedua standar ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas, sehingga memperbesar peluang lolos verifikasi SBU tanpa hambatan administratif atau etika.
Dengan penerapan ISO 9001 dan ISO 37001 yang tepat, perusahaan tidak hanya meningkatkan tata kelola dan integritas bisnis, tetapi juga memiliki keunggulan kuat dalam memenuhi persyaratan verifikasi SBU secara lebih sistematis dan meyakinkan. Sistem manajemen yang terdokumentasi, konsisten, dan terukur menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap mutu dan pencegahan praktik penyuapan. Untuk memastikan proses penerapan hingga sertifikasi berjalan efektif dan sesuai regulasi, percayakan pendampingannya kepada PT. Konsultan Katiga Indonesia yang berpengalaman dalam jasa sertifikasi ISO dan pengembangan sistem manajemen.
/*! elementor – v3.16.0 – 17-10-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px}